Tentang

Blog ini berisi tentang serial saeguk atau serial Korea bersetting sejarah zaman kerajaan. Bagi saya serial kerajaan itu menarik untuk disimak, karena tidak hanya bisa sekadar bisa dinikmati kisahnya, namun biasanya banyak pelajaran di dalamnya. Pelajaran yang bisa diambil mulai dari kisah, quotes (kutipan ala Korea-bijak juga tentang strategi perang).

Saya memperhatikan ini setelah menonton beberapa serial saeguk, kok menarik ya, batin saya. Karenanya, saya coba sharing di blog ini, apa-apa yang menarik bagi saya dan semoga ada manfaatnya.

Saya sebenarnya memang menyukai sejarah dan kisah-kisah yang bersetting sejarah, mulai dari novel hingga yang dijadikan audio visual-film dan serial. Saya sebenarnya, kangen dengan serial Indonesia yang bersetting kerajaan yang dibuat dengan keseriusan. Seperti Tutur Tinular yang sempat mewarnai masa kecil saya. Entah, apa karena dulu masih saya kecil ya, tapi serial ini cukup mengesankan bagi saya, ketimbang serial-serial kerajaan Indonesia belakangan ini. Saya merasa kala itu Tutur Tinular lebih dibuat dalam keadaan serius, sehingga mampu menghasilkan serial yang memuaskan juga mengesankan bagi saya.

Kisah dan aksinya bagus banget-sepertinya latihan silat dulu dan memang cukup berbakat pemerannya, setting yang dipakai mampu mengesankan kalau benar-benar zaman kerajaan. Berbeda dengan yang belakangan ini, banyak kisahnya mbulet, aksinya kurang bagus, settingnya sulit menggambarkan zaman kerajaan dan banyak yang nggak pas seperti yang pernahs saya perhatikan, dalam Kian Santang ada adegan yang pas malam hari ada suara orang tadarusan (kebetulan waktu puasa), dan itu tidak dimix dulu, mungkin karena kejar tayang, jadi asal jadi, tanpa punya beban moral penonton akan disuguhi yang terbaik dan bermakna apa tidak, karena ceritanya sangat mbulet.

Nah, saya menikmati serial saeguk Korea bisa jadi menjadi pelampiasan karena rindu akan serial kerajaan ala Indonesia yang berkualitas. Jujur, saya iri dengan Korea, yang ketika membuat serial saeguk rasanya mereka nyata benar-benar zaman kerajaan, saya mikirnya mereka mudah membuat itu karena upaya mereka menjaga kelestarian istana dan rumah-rumah di sekitarnya. Kemungkinan begitu, saya juga belum mencari info, apa yang dibuat shoting serial/ film saeguk itu benar-benar istana yang berdiri sejak zaman dulu, atau studio yang dibuat mirip dengan istana yang asli.

Nah, kalau Indonesia? Bekas kerajaannya banyak yang nggak utuh, bahkan tidak terurus dan diabaikan oleh pemerintah dan masyarakat juga banyak. Sangat berbeda, kita dengan Korea yang menjadi negeri besar itu dalam menghargai sejarah. Mungkin inilah yang menjadi perbedaan kenapa kita tidak maju-maju, karena kurang menghargai sejarah. Selamat membaca dan belajar dari sejarah! 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s